May 26, 2007

One of NZ Famous Four: Shortbread


Lois Daish made this shortbread followed Margaret Dick's winning recipe at the Masterton A&P Show in 2002. As she described,

“...Margaret's shortbread stood out from all the others. The thick cricles were well pricked, broke with a clean snap and, though pale in colour, had a full flavour. Since then I've always followed the method she described to me in detail once the judging was over.”

Shortbread

Source: A Good Year [Lois Daish. 2005. A Random House Book. New Zealand] p.64

200g soft butter, 100g icing sugar, 200g standard flour, 100g cornflour

Preheat the oven to 175C (not on fan-bake). Cream the butter and sugar until pale and creamy. Sift the flour and cornflour together and add to the bowl, beat until combine with a slow speed. Turn out onto a floured board, knead lightly until smooth. Form into a sausage shape. Cut 12mm slices. Rotate the cut sausages to maintain a round shape. Transfer to a baking tray(s), with some space to spreading. Prick each slice deeply with a fork. Put the tray(s) into the oven and lower the temperature into 150C immediately and bake for 20 minutes until the shortbreads smell thoroughly baked but are still pale. Transfer to a wire rack to cool. Store in an airtight container. Makes 30 slices.

In Bahasa Indonesia

Ini salah satu kue kering khas New Zealand yang pernah ditulis oleh Lois Daish di bukunya A Good Year, terbitan tahun 2005. Kue-kue kering lainnya yang juga sudah pernah saya posting adalah Anzac Biscuits dan Afghans.

Shortbread ini sama saja dengan biskuit mentega Indonesia, hampir sama dengan adonan kulit untuk nastar dan serupa dengan putri salju (minus taburan gula halus). Ada beberapa resep yang menggunakan tepung beras untuk membuat shortbread, ada yang menggunakan tepung maizena, ada yang mencampur keduanya, berikut tepung terigu.

Resep yang ini berasal dari pemenang Masterton A&P Show suatu hari di tahun 2005, bernama Margaret Dick, dimana Lois Daish menjadi salah satu juri saat itu. Beliau sudah mencicipi banyak shortbread di show tersebut dan resep Margaret inilah yang dinilai paling enak di antara semuanya, karena kuenya empuk dan rapuh. Yang istimewa adalah saat dibelah pakai jari kue ini tidak berhamburan ke mana-mana, namun tetap mempertahankan bentuknya. Jika digigit akan segera 'meleleh' di lidah.

Shortbread

Source: A Good Year [Lois Daish. 2005. A Random House Book. New Zealand] p.64

200g mentega (yang lembut-maksudnya dalam suhu ruangan), 100g icing sugar, 200g tepung terigu, 100g maizena

Panaskan oven suhu 175C (bukan fan-bake). Kocok mentega dan gula hinga pucat dan lembut. Ayak tepung terigu dan maizena lalu masukkan ke dalam mangkuk, sambil terus dikocok dengan kecepatan lambat. Tuang ke atas meja yang dilumuri tepung terigu, uleni perlahan sampai lembut. Gulung membentuk sosis. Potong seukuran 12mm. Gulingkan irisan kue supaya lingkarannya tetap bundar. Letakkan ke atas loyang, sisakan beberapa senti karena kue ini akan melar. Tusuk dalam setiap iris dengan garpu. Masukkan loyang ke dalam oven dan langsung turunkan suhu hingga 150C lalu panggang selama 20 menit hingga kue tercium benar-benar matang meskipun masih pucat (seperti itulah sebetulnya shortbread yang bagus, tidak menjadi kecoklatan karena suhu terlalu panas atau terlalu lama berada di oven). Pindahkan ke atas rak kue sampai dingin. Simpan di dalam toples kedap udara. Untuk 30 potong.



2 comments:

Chris said...

Perfectly rounded goodness. Lovely!

Lia said...

hmmmmm cocok buat bekal aku kekantor nih, hihihihi